Monday, April 6, 2020

Ingin berhasil? Lakukan langkah ini


Dalam hidup tak ada seorangpun yang luput dari sebuah ujian. Mulai dari dilahirkan kita sudah diberi ujian. Misalnya harus menangis sesaat setelah dilahirkan atau dalam rentangan umur tertentu kita harus bisa miring, tengkurap, merangkak, duduk, berbicara, berdiri hingga berlari. 

Jika dalam rentangan waktu tersebut kita tidak mampu menyelesaikan, itu berarti ada kesalahan dalam prosesnya. Mau tidak mau kita "dituntut" mencoba dan terus mencoba, namun kadang saat berhasil kita masih mendapatkan label "terlambat"  karena kemampuan dianggap  tidak sehebat yang lain.

Begitulah hidup, untuk menjadi lebih baik atau untuk naik level kita pasti akan menghadapi sebuah ujian. Dan masing-masing ujian memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda tergantung dari tujuannya. Semakin tinggi level yang kita inginkan maka semakin berat pula ujian yang harus dihadapi. Menghadapi suatu ujian tidak cukup hanya siap secara lisan saja, tapi juga siap secara akal dan tenaga. 

Akal dipersiapkan dengan mempelajari, mengamati, memahami tentang bagaimana masalah timbul dan bagaimana penyelesaian yang mungkin akan dilakukan, mengatur rencana dengan berbagai strategi, karena berbagai kemungkinan akan muncul (hambatan) kala proses berlangsung. Tenaga dipersiapkan untuk mengaplikasikan/mengerjakan rencana yang telah disusun berdasarkan pemahaman. 

Berusaha sendiri jauh lebih baik, meskipun hasilnya kadang tidak sesuai harapan. Hasil itulah yang menjadi tolok ukur kemampuan kita saat itu. Jangan pernah berpikir mengandalkan orang lain, karena hidup kita, kitalah yang bertanggung jawab seutuhnya terutama jika kita sudah dewasa. 

Berikut ini beberapa hal yang kita butuhkan untuk menghadapi sebuah proses hidup agar untuk menjadi lebih daripada sebelumnya atau yang kita sebut dengan ujian:

Doa
Doa merupakan kunci utama saat kita akan memulai melakukan dan memutuskan sesuatu, doa jugalah yang akan meneguhkan niat kita pada tujuan utama serta  penguat  saat dihadapkan pada ujian hidup, sedangkan hasilnya merupakan hak mutlak Tuhan. Bukan berarti ketika gagal doa kita diabaikan, melainkan ada berbagai kemungkinan bisa jadi kita kurang tekun dalam berusaha, atau mungkin yang kita inginkan bukanlah yang terbaik untuk kita. Karena Tuhan akan memberi yang kita butuhkan dan sesuai dengan keadaan serta kondisi kita. 

Tujuan
Tujuan berguna untuk mengetahui kemana arah kita melangkah. Dari tujuan itu kita akan memiliki arah berpikir yang logis dan rasional. Tujuan juga akan memberikan kita motivasi terhadap apa yang akan kita tuju dan kita raih. 

Semangat
Dalam setiap melakukan sesuatu dibutuhkan antusias dan keseriusan agar mencapai hasil yang maksimal. Semangat yang tinggi akan memberikan nilai positif pada pikran kita, sehingga timbul pengaruh positif dari setiap hal yang kita lakukan.

Ketenangan
Seperti apapun semangatnya tetaplah jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Memikirkan segala kemungkinan sangatlah penting agar tidak menjadi penyesalan dikemudian hari.

Mental
Ada dua kemungkinan hasil yang kita peroleh dari setiap proses, yaitu keberhasilan atau kegagalan. Semua orang pasti siap lahir batin menerima keberhasilan karena hal itu merupakan tujuan dari tiap proses. Tapi mungkin tidak banyak orang yang memiliki mental cukup kuat untuk menerima dengan lapang dada sebuah kegagalan. Kegagalan merupakan hal yang sangat mengecewakan. Kekecewaan membuat semangat menjadi hilang, fokus terganggu dan mental menjadi down.

Proses tersulit dari sebuah kegagalan adalah mencoba untuk bangkit, dan memulai kembali. Butuh keberanian besar serta motivasi diri agar semangat muncul dan bisa memperbaiki kesalahan serta  memulai kembali. Refleksi juga menjadi awal yang penting agar kita tidak jatuh di lubang yang sama untuk langkah berikutnya.

Inti dari semua proses diatas adalah doa, usaha dan dan berpasrah diri. Janganlah menyerah kita gagal, terus berusaha agar hidup menjadi lebih baik. Hidup itu dinamis, jika kita hanya "jalan di tempat" maka tak akan ada kesempatan kita menjadi orang yang maju. 

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd ( Guru MA An-Nur) 
Sumber gambar : Pixabay.com

0 comments:

Post a Comment