Monday, March 23, 2020

Virus Corona: Kenali, Pahami, Cegah Penularannya


Corona nama yang sudah tidak lagi asing di telinga kita, hampir setiap hari baik di media televisi, surat kabar online, media sosial tak habis-habisnya membahas tentang corona. Corona jenis baru atau dikenal dengan Covid-19 merupakan nama virus yang menyerang sistem pernapasan yang bersifat menular. Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini sangat umum seperti demam, sesak napas, batuk. Namun terkadang ada gejala penyerta lain meski tidak semua dialami oleh penderita seperti sakit tenggorokan, nyeri otot,  produksi dahak dan ada sebagian kecil orang mengalami ketidak pekaan terhadap bau atau bahkan kehilangan kemampuan membau. Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh Covid-19 memang tidak jauh berbeda dengan flu/ influenza tapi virus ini menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan ketika penyebarannya terjadi dengan sangat cepat. Sekitar bulan januari virus ini hanya endemik di Wuhan China, tapi kini di pertengahan maret virus ini sudah menjadi pandemi hampir diseluruh negara. 

Memang di berbagai negara jumlah kematian akibat Covid-19 tidak masuk dalam kategori besar tapi kecepatan penularannya membuat kita menjadi was-was. Penularan virus corona bisa terjadi melalui berbagai hal seperti droplets atau tetesan cairan yang berasal dari bersin serta batuk, kontak dengan penderita misalnya berjabat tangan ataupun bersentuhan dengan barang yang telah terkontaminasi virus kemudian tanpa sengaja tangan atau barang tersebut tersebut menyentuh mulut, hidung bahkan mata. Adapula penularan lewat kontaminasi tinja meskipun jarang terjadi. Dalam sebuah penelitian, sampel virus yang disemprotkan ke udara masih bisa terdeteksi dalam aerosol (aerosolisasi). Akan bertahan lebih lama pada beberapa benda, empat jam pada tembaga, 24 jam pada karton dan dua sampai tiga hari pada plastik dan stainless steel. Center for Disease Control and precentin (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebutkan, jarak penyebaran cairan di udara kurang lebih sejauh dua meter antar manusia.

Covid-19 diperkirakan mulai masuk ke Indonesia bulan pebruari lalu, dan positif menginfeksi dua orang, namun di akhir bulan maret ini Jumlah orang yang positif terinfeksi Covid-19 berjumlah lebih dari 400 orang. Berbagai usaha dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan infeksi dari virus ini mulai dari mengaktifkan thermo scanner pada pintu-pinti kedatangan internasional di bandara, skrinning massif, pembatasan sosial dan karantina diri, menunjuk rumah sakit rujukan khusus yang memiliki fasilitas sesuai standar penanganan, membuka kontak layanan yang dapat diakses masyarakat (0215210411 atau 081212123119), Penundaan penerbangan tidak hanya dari China saja, tapi dari berbagai negara hingga batas waktu tertentu. 

Covid-19 tidak boleh dianggap remeh karena virus ini merupakan ancaman nyata Asimptomatik atau si penderita tidak menyadari adanya gejala klinis apapun terhadap suatu penyakit. Akan terdeteksi bila si penderita melakukan tes medikal. Pemerintah memang tidak memberlakukan sistem lockdown seperti dinegara lain karena jelas banyak pertimbangan serta resiko ketika lockdown diberlakukan. Bukan saatnya saling menyalahkan tapi saatnya kita meminimalkan penyebaran Covid-19 dengan berbagai cara seperti yang sudah dianjurkan oleh semua pihak diantaranya:

Melakukan social distancing atau menjaga jarak saat bersosialisasi langsung. Menjaga jarak aman sesuai yang dikampanyekan pihak kesehatan dan pemerintah yaitu jarak minimal dua meter guna mencegah penularan penyakit. Karena salah satu penularan virus Covid-19 salah satunya melalui udara.

Memakai masker terutama bagi yang sedang sakit, agar tak menularkan ke orang lain. Berikut cara memakai masker yang benar menurut dokter: 

Bersihkan tangan (Misal: mencuci dengan sabun). Karena banyak kebiasaan orang yang akan memakai masker, mereka lupa membersihkan tangan.

Saat mengambil masker, ambil bagian talinya. Sekaligus memastikan masker tersebut memiliki tali yang kuat agar ketika dipakai tidak copot/terbuka dan masker dalam kondisi baik.

Pakailah dengan cara sisi yang berwarna berada di bagian depan.
Mencuci tangan dengan benar. Sebagian besar penyakit yang ditularkan oleh bakteri dan virus bersumber dari tangan. Tindakan yang mudah dan murah ini jangan sampai terlewatkan. Cuci seluruh bagian tangan tanpa terkecuali termasuk sela-sela jari dan kuku.

Hindari menyentuh hidung, mulut dan mata dengan tangan, terutama tangan yang belum dicuci setelh beraktifitas. Karena jika sampai tangan yang penuh virus masuk ke area tersebut, semakin mudah virus masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi.

Tutup hidung dan mulut ketika bersin. Bukan menutup dengan menggunakan tangan melainkan memakai tissue atau sejenisnya kemudian alat penutup tersebut langsung dibuang. Jikapun terpaksa memakai tangan segera cuci tangan dengan sabun Atau mungkin dengan alat penyeteril kuman.

Menjaga kekebalan tubuh. Hal ini sudah cukup umum, menjaga kekebalan/ imunitas tubuh bisa dilakukan dengan cara pemenuhan nutrisi dengan gizi seimbang (terutama yang kaya akan protein, vitamin C dan E) dan olahraga teratur. Mengurangi atau menghilangkan kegiatan yang bisa mengganggu kesehatan seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol. 

Sterilisasi rutin. Selain menjaga kesehatan dan kebersihan diri, sangat penting melakukan perawatan dan menjaga kebersihan sekitar. Seperti yang sudah banyak dilakukan di berbagai daerah, penyemprotan desinfektan dilakukan guna mencegah penyebaran virus. Selain menyemprotkan desinfektan, kita juga bisa melakukan penyeterilan berbgai alat di rumah seperti gagang pintu, meja, dan peralatan makan. 

Tetap di rumah, hindari bepergian di tempat umum. Jikapun pemerintah tidak melakukan lockdown, minimal ada kesadaran dari diri sendiri untuk sementara tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan mendesak, hal ini juga merupakan salah satu cara untuk mengendalikan penyebaran virus. 

Menghindari kontak langsung dengan hewan, terutama hewan pembawa virus tersebut. Menyentuhnya saja tidak disarankan apalagi mengkonsumsinya, sebaiknya dihindari demi kebaikan bersama.
Selalu memantau perkembangan tentang Covid-19 dari sumber yang resmi dan terpercaya. Ikuti arahan dan patuhi larangan yang dibuat demi kebaikan bersama.
Meskipun pemerintah sudah berusaha mendatangkan APD (Alat Pelindung diri), Alat kesehtan termasuk obat-obatan, tidak ada salahnya jika kita mawas diri dan tetap waspada. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. 

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd ( Guru MA An-Nur) 

0 comments:

Post a Comment