Monday, March 16, 2020

Hidroponik MA An Nur Kembang jeruk Banyuates


Hidroponik berasal dari kata Hydro yang berarti air dan Phonyc artinya pengerjaan. Artinya hidroponik  merupakan sistem tanam yang pengerjaannya menggunakan media tanam air, air yang dimaksud adalah air nutrisi. Hidroponik berkembang pesat terutama di wiayah perkotaan, sistem ini dirasa lebih efektif dan efisien karena keterbatasan tempat yang rata-rata ruang terbuka/ pekarangan telah berganti paving dan semen. Tidak hanya itu sebagian besar perumahan/ tempat tinggal di wilayah perkotaan hanya memiliki halaman yang tidak begitu luas, bahkan fungsi halaman kadang tergantikan untuk garasi. Hidroponik merupakan salah satu aplikasi dari Urban Farming yang secara istilah diartikan sebagai konsep penerapan pertanian dari sistem konvensional pedesaan (menggunakan lahan terbuka lebar) ke sistem pertanian modern (bisa dilakukan di lahan sempit indoor) di wilayah perkotaan.

Hidroponik memang tidak begitu familiar di wilayah pedesaan, juga kurang diminati oleh masyarakat yang tinggal di desa karena dianggap tidak efektif. Hal ini tidak lain karena masih banyaknya penduduk yang memiliki halaman cukup luas. Jadi mereka tidak membutuhkan pot atau sejenisnya dalam bercocok tanam. Cukup dengan menyebar benih di halaman rumah biasanya tanaman akan tumbuh tanpa repot dalam hal perawatan.

Meskipun lokasi MA An-Nur berada dipedesaan, tetapi siswa MA An-Nur mencoba untuk menerapkan konsep hidroponik di lingkungan sekolah. Selain sebagai penerapan atas ilmu yang diperoleh, kegiatan hidroponik juga berfungsi untuk memperindah suasana sekolah supaya terlihat lebih asri.

Media tanam yang digunakan dalam hidroponik ini tidaklah seperti media tanam para profesional, melainkan menggunakan barang bekas. Penggunaan media dengan barang bekas bukanlah tanpa alasan melainkan salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan cara menggunakan kembali sampah yang masih bisa dipakai untuk fungsi yang sama atau fungsi yang berbeda (reuse).

Berikut ini laporan kegiatan praktikum hidroponik sederhana yang bertempat di Aula MA An Nur pada minggu ke tiga di bulan Februari.

Bahan: Bibit (kangkung, sawi), nutrisi AB mix, air.
Alat : botol plastik bekas, baskom (yang berlubang), gelas air mineral, styrofoam bekas buah, net pot, solder, plastik Kresek (Ukuran paling besar), Tds meter. Kain, rockwool.

Cara kerja:
A. Penyemaian
Rendam biji selama kurang lebih selama sehari (24 jam)
Siapkan rockwol, jika rockwool masih dalam bentuk utuh (belum dalam potongan kecil) Potong Berbentuk dadu. Setelah itu semai biji diatas rockwool.
Kemudian basahi rockwool denga air bersih.
Simpan biji yang telah disemai dalam rockwool ke dalam sebuah nampan, lalu simpan di tempat gelap (proses etiolasi)
Setelah bibit berkecambah pindahkan ke tempat yang terang tapi jangan di taruh ditempat yang langsung terkena cahaya.
Semprot rockwoolnya tiap pagi dan sore agar tidak mengering.
Jika sudah tumbuh daun siap untuk dipindahkan.

B. Membuat media tanam
Media tanam botol Bekas
Bersihkan botol bekas kemudian keringkan. Potong menjadi dua bagian. Bagian atas lebih pendek sedangkan bagian bawah lebih panjang.
Beri lubang pada tutup botol sebagai tempat kain penghubung air nutrisi ke tanaman (sistem kapiler)
Pasang bibit semai di bagian atas tutup botol, pasang bagian bawah botol menggunakan nutrisi. Pasangkan botol yang telah dipotong dengan posisi terbalik di bagian atasnya.
Media tanam Box styrofoam bekas buah
Lubangi box dengan menggunakan solder. Untuk ukurannnya menyesuaikan dengan kebutuhan. Jika memakai netpot ukur lubang sesuai besar netpot.
Kemudian bagian bawah box yang berlubang, dilapisi plastik sedemikian rupa agar air tempat nutrisi tidak bocor.
Setelah terlapisi, isi dengan air nutrisi yang telah disediakan sebanyak 2/3 kotak bagian bawah box.

C. Perawatan
Setelah dilakukan pemindahan bibit dalam media lakukan perawatan dengan cara pemeriksaan tanaman. Segera pisahkan tanaman yang mati/ berpenyakit agar tidak menular ke yang lainnya. Jika tidak memiliki filter air rutin ganti air nutrisinya serta bersihkan media tanam maksimal 1 minggu sekali. Jangan sampai media tanam berlumut karena akan mengganggu proses pertumbuhan tanaman hidroponik tersebut.

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd

0 comments:

Post a Comment