Monday, March 2, 2020

Bebaskan Diri dari Mental Blok Guna Meraih Kesuksesan

                     Sumber gambar : Pixabay.com
Mental blok, mungkin sudah banyak yang mendengar kata ini. Bahkan mungkin diantara kita ada yang mengalaminya tetapi tidak menyadarinya. Mental blok ini sering diartikan sebagai kondisi yang menghambat kita untuk  berkembang. Jadi secara singkatnya mental blok ini adalah sebuah pengekangan terhadap pikiran seseorang. Secara psikologis mental blok ini menghalangi seseorang untuk bisa meraih kesuksesan seperti yang diinginkan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan sesorang mengalami mental blok, diantaranya;

Pertama, adanya pengalaman traumatik.
Misalnya saja pernah gagal dalam menjalankan sebuah usaha lalu mengalami kerugian yang cukup besar. Pengalaman kegagalan ini begitu membekas dalam dirinya. Sehingga mempengaruhi pikiran bawah sadarnya dan membuatnya takut untuk mencobanya kembali.

Kedua, kurangnya rasa percaya diri
Rasa kurang percaya diri akan menghalangi kita untuk menunjukkan bakat dan potensi yang kita miliki. Merasa tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki dan merasa bahwa tidak memiliki kemampuan yang baik membuat potensi kita akan semakin tenggelam. Ketakutan-ketakutan tidak beralasan yang datang dari rasa kurang percaya diri membuat kita hanya jadi penonton akan keberhasilan orang. Maka katakan pada diri bahwa kita bisa lalu beraksilah.

Ketiga, malas
Malas adalah adalah penyakit yang membuat kita tidak bisa berkembang. Ketika kita memiliki keinginan tetapi jika masih berkawan dengan kemalasan. Maka keinginan hanya sebatas angan dan jauh dari kenyataan. Oleh karena itu manfaatkan waktu yang kita miliki untuk mewujudkan keinginan kita. Jangan sampai kita menyesal akibat dari kecerobohan dan kemalasan diri.

Setelah kita mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya mental blok maka langkah selanjutnya adalah membebaskan diri kita dari mental blok.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk terbebas dari mental blok.

1. Kenali penyebab mental blok
Jadi kita perlu melakukan evaluasi diri mengenai apa yang membuat kita mengalami mental blok. Apakah karena pengalaman traumatik, rasa kurang percaya diri ataukah karena kemalasan diri. Setelah kita mengetahui sebabnya maka selanjutnya kita harus segera mencari solusi untuk mengatasinya. Jika pernah mengalami traumatik mungkin kita butuh terapi untuk mengatasi hal tersebut. Jika kita kurang percaya diri maka kita harus membangun motivasi diri supaya memiliki kebagian dan keyakinan akan kemampuan sendiri. Lalu jika faktor penyebabnya kemalasan, maka segeralah bergerak dan singkirkan malas dalam segala aktifitas kita.

2.  Keluar dari zona nyaman
Banyak orang yang enggan keluar dari zona nyaman alasannya adalah zona nyaman memberikankenyamanan.  Tetapi ketahuilah zona nyaman akan membelenggu kreativitas kita sehingga kita tidak bisa berkembang. Dengan keluarnya kita dari zona nyaman kita akan menerima tantangan baru yang sangat bagus untuk perkembangan kita.

Adapun beberapa tokoh yang berani keluar dari zona nyaman diantarnya adalah Ibu Susi Puji Astuti. Ia keluar dari zona nyaman di bisnis yang dijalankan dan menerima tawaran menjadi menteri. Padahal kita ketahui bahwa penghasilan bisnisnya lebih banyak dibandingkan dengan gaji seorang menteri. Tetapi kini kita ketahui bahwa keberanian beliau keluar dari zona nyaman menorehkan banyak prestasi. Salah satunya adalah Peter Benchley Ocean Awards. Penghargaan ini adalah penghargaan maritim tertinggi  di dunia. Peter Benchley Ocean Awards ini diberikan bagi tokoh pejabat publik, dan juga  tokoh masyarakat yang memberikan  kontribusi besar terhadap kelestarian laut.

Selain itu ada  Deddy Corbuzier. Ia pernah membuat sebuah keputusan yang cukup menggemparkan yakni  mundur dari dunia sulap yang telah membesarkan namanya. Lalu kemudian ia mencoba hal baru yaitu menjadi presenter acara reality show di sebuah stasiun televisi. Ia pernah berkata seandainya dulu ia tetap berada pada zona nyaman mungkin ia tidak pernah merasakan kesuksesan menjadi presenter.

Belajar dari pengalaman tersebut, maka kita harus mencoba hal-hal baru untuk menggali potensi terbaik kita dan mendapatkan kesuksesan. Jangan terlena dengan zona nyaman yang ada tetapi carilah tantangan baru untuk mengetahui sejauh mana batas kemampuan yang kita miliki. 

3. Jangan takut gagal
Mungkin kita tidak asing lagi dengan kalimat bijak berikut "tidak penting seberapa sering kamu gagal tetapi yang penting adalah seberapa sering kamu bangkit". Ya, benar sekali kalimat bijak tersebut. Ketika sembilan kali kita gagal maka balaslah dengan bangkit sebanyak 10 kali. Jadi kegagalan bukanlah akhir perjuangan kita untuk meraih kesuksesan. Mungkin kita bisa belajar bagaimana Thomas Alfa Edison, sang penemu bola lampu bangkit dari kegagalannya.

Ada banyak versi yang menyebutkan berapa kali Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan. Ada yang mengatakan 9.955 kali lalu ada juga yang mengatakan 10.083 kali. Tetapi seorang kontributor di majalah Forbes mengutip kata Thomas  yang isinya kurang lebih sebagai berikut: "Saya tidak gagal 10.000.kali. Tetapi saya membuktikan ada 10.000 cara yang keliru. Dan akhirnya kini saya menemukan cara yang benar".

Dari sini kita simpulkan bahwa kegagalan bukan akhir dari usaha kita. Sebaliknya kegagalan memberikan celah untuk memperbaiki kekurangan yang kita miliki. Jangan takut gagal sebab kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan.

Ketika kita sudah menyadari tentang dampak negatif dari mental blok. Maka tugas kita selanjutnya adalah membebaskan  diri dari mental blok. Karena kita sendiri yang tahu penyebab dari mental blok yang terjadi dalam diri kita. Jadi kita jugalah yang bisa menentukan langkah yang tepat untuk keluar dari mental blok yang dialami. Sehingga kesuksesan tidak hanya sekedar impian tetapi mewujud jadi kenyataan. 

Penulis : Sulistiani, S. Sos. I (Guru MA-An-Nur) 

2 comments: