Madrasah Aliyah An-Nur

Penyerahan Hadiah Class Meeting.

Program Vokasi

Madrasah Aliyah An-Nur.

Program Vokasi

Madrasah Aliyah An-Nur.

Madrasah Aliyah An-Nur

Program Vokasi.

Madrasah Aliyah An-Nur

Seminar Kesehatan Reproduksi Dan Narkoba.

Senin, 06 April 2020

Ingin berhasil? Lakukan langkah ini


Dalam hidup tak ada seorangpun yang luput dari sebuah ujian. Mulai dari dilahirkan kita sudah diberi ujian. Misalnya harus menangis sesaat setelah dilahirkan atau dalam rentangan umur tertentu kita harus bisa miring, tengkurap, merangkak, duduk, berbicara, berdiri hingga berlari. 

Jika dalam rentangan waktu tersebut kita tidak mampu menyelesaikan, itu berarti ada kesalahan dalam prosesnya. Mau tidak mau kita "dituntut" mencoba dan terus mencoba, namun kadang saat berhasil kita masih mendapatkan label "terlambat"  karena kemampuan dianggap  tidak sehebat yang lain.

Begitulah hidup, untuk menjadi lebih baik atau untuk naik level kita pasti akan menghadapi sebuah ujian. Dan masing-masing ujian memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda tergantung dari tujuannya. Semakin tinggi level yang kita inginkan maka semakin berat pula ujian yang harus dihadapi. Menghadapi suatu ujian tidak cukup hanya siap secara lisan saja, tapi juga siap secara akal dan tenaga. 

Akal dipersiapkan dengan mempelajari, mengamati, memahami tentang bagaimana masalah timbul dan bagaimana penyelesaian yang mungkin akan dilakukan, mengatur rencana dengan berbagai strategi, karena berbagai kemungkinan akan muncul (hambatan) kala proses berlangsung. Tenaga dipersiapkan untuk mengaplikasikan/mengerjakan rencana yang telah disusun berdasarkan pemahaman. 

Berusaha sendiri jauh lebih baik, meskipun hasilnya kadang tidak sesuai harapan. Hasil itulah yang menjadi tolok ukur kemampuan kita saat itu. Jangan pernah berpikir mengandalkan orang lain, karena hidup kita, kitalah yang bertanggung jawab seutuhnya terutama jika kita sudah dewasa. 

Berikut ini beberapa hal yang kita butuhkan untuk menghadapi sebuah proses hidup agar untuk menjadi lebih daripada sebelumnya atau yang kita sebut dengan ujian:

Doa
Doa merupakan kunci utama saat kita akan memulai melakukan dan memutuskan sesuatu, doa jugalah yang akan meneguhkan niat kita pada tujuan utama serta  penguat  saat dihadapkan pada ujian hidup, sedangkan hasilnya merupakan hak mutlak Tuhan. Bukan berarti ketika gagal doa kita diabaikan, melainkan ada berbagai kemungkinan bisa jadi kita kurang tekun dalam berusaha, atau mungkin yang kita inginkan bukanlah yang terbaik untuk kita. Karena Tuhan akan memberi yang kita butuhkan dan sesuai dengan keadaan serta kondisi kita. 

Tujuan
Tujuan berguna untuk mengetahui kemana arah kita melangkah. Dari tujuan itu kita akan memiliki arah berpikir yang logis dan rasional. Tujuan juga akan memberikan kita motivasi terhadap apa yang akan kita tuju dan kita raih. 

Semangat
Dalam setiap melakukan sesuatu dibutuhkan antusias dan keseriusan agar mencapai hasil yang maksimal. Semangat yang tinggi akan memberikan nilai positif pada pikran kita, sehingga timbul pengaruh positif dari setiap hal yang kita lakukan.

Ketenangan
Seperti apapun semangatnya tetaplah jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Memikirkan segala kemungkinan sangatlah penting agar tidak menjadi penyesalan dikemudian hari.

Mental
Ada dua kemungkinan hasil yang kita peroleh dari setiap proses, yaitu keberhasilan atau kegagalan. Semua orang pasti siap lahir batin menerima keberhasilan karena hal itu merupakan tujuan dari tiap proses. Tapi mungkin tidak banyak orang yang memiliki mental cukup kuat untuk menerima dengan lapang dada sebuah kegagalan. Kegagalan merupakan hal yang sangat mengecewakan. Kekecewaan membuat semangat menjadi hilang, fokus terganggu dan mental menjadi down.

Proses tersulit dari sebuah kegagalan adalah mencoba untuk bangkit, dan memulai kembali. Butuh keberanian besar serta motivasi diri agar semangat muncul dan bisa memperbaiki kesalahan serta  memulai kembali. Refleksi juga menjadi awal yang penting agar kita tidak jatuh di lubang yang sama untuk langkah berikutnya.

Inti dari semua proses diatas adalah doa, usaha dan dan berpasrah diri. Janganlah menyerah kita gagal, terus berusaha agar hidup menjadi lebih baik. Hidup itu dinamis, jika kita hanya "jalan di tempat" maka tak akan ada kesempatan kita menjadi orang yang maju. 

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd ( Guru MA An-Nur) 
Sumber gambar : Pixabay.com

Senin, 30 Maret 2020

Tips Mengatasi Bosan di Rumah Saat Corona Melanda

                      Sumber gambar : Pixabay.com
Sudah beberapa pekan berlalu, himbauan pemerintah agar tetap di rumah dijalankan. Walaupun ada banyak pihak yang tidak bisa menerapkan karena berbagai faktor. Anjuran ini bukan tanpa alasan yaitu adanya pandemi corona yang penyebarannya sangat cepat. Karena belum bisa melakukan lockdown seperti negara lain karena berbagai pertimbangan, pemerintah meminta kesadaran pada masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan mendesak agar di rumah saja. Penyebaran yang sangat cepat dibuktikan dalam dua minggu terakhir penderita yang dinyatakan positif mencapai lebih dari 1000 orang.

Meskipun penyebarannya tergolong cepat untuk saat ini, sebaiknya hal tersebut tidak menimbulkan kepanikan berlebihan. Rasa takut yang berlebihan akan membuat kekebalan tubuh berkurang. Saat berada dibawah tekanan psikologis hebat (misal: ketakutan berlebihan) maka tingkat adrenalin serta  kortisol kita akan meninggi dan dapat berdampak pada kekebalan tubuh. Adrenalin merupakan hormon yang secara alamiah dihasilkan oleh tubuh dibagian kelenjar adrenal dan otak. Rasa takut biasanya akan merangsang produksi adrenalin secara berlebih. Jika adrenalin masuk dalam aliran darah jantung berdetak lebih cepat, pembuluh darah melebar. Akibatnya kita akan merasakan panas karena produksi keringat meningkat, serta napas menjadi lebih cepat. Jika ini terjadi terus menerus akan menyebabkan gelisah dan mudah marah, insomnia, sakit kepala bahkan memicu hipertensi. Kortisol merupakan hormon yang berkaitan dengan adrenalin yang salah satu fungsinya untuk mengendalikan stress. Jika berlebih maka mood seseorang bisa terganggu, kekebalan menurun, dan peradangan. 

Selain karena efek himbauan "dirumah saja" dan WFH (Work From Home) dalam waktu yang tidak sebentar, pikiran kita juga sedikit terganggu dengan munculnya pemberitaan tentang penambahan orang yang positif dengan Covid-19, meskipun ada beberapa yang sembuh. Hampir 90% Notifikasi dalam ponsel pintar kita dipenuhi dengan berita yang membahas Covid-19 dari seluruh dunia. Akibatnya kita jadi merasa bad mood,  jenuh dan kadang uring-uringan karena merasa ruang gerak tidak bebas. Ada baiknya hal ini kita sikapi secara bijak, misalnya dengan memandang segalanya dari segi positif (positif thinking) mengubah kegalauan menjadi kesenangan. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa bosan saat dirumah.

1. Memanfaatkan Quality Time Bersama Keluarga
ketika kita diharuskan social distancing dan physical distancing saat diluar rumah, tapi tidak demikian ketika berada dirumah. Saat sebelumnya kita lebih banyak beraktifitas  diluar rumah (kerja, tugas luar kota, sekolah, les, atau bahkan sekolah asrama/pondok) maka kali ini kita bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Mengganti beberapa waktu yang lebih banyak habis di luar bersama mitra, teman dll, kali ini kita fokuskan waktu untuk bersama keluarga. Mulai dari makan bersama, mengerjakan tugas bersama bahkan bisa nonton tv bersama. 

2. Mengembangkan Hobi
Hobi yang sempat tertunda atau mungkin tidak bisa dilakukan karena tuntutan kewajiban, kali ini mungkin bisa dilakukan. Mungkin dari kesempatan dispensasi libur yang cukup lama ini bisa dikembangkan hingga menjadi bisnis sampingan misalnya: yang memiliki hobi memasak dikembangkan berbagai menu kreatif lalu mengupload di media sosial. Siapa tahu ada yang tertarik dan memesannya. Hobi berternak misalkan beternak burung/ ayam/ ikan. Jika dilakukan dengan telaten maka akan berkembang biak menjadi lebih banyak. Selain dijual, hasilnya bisa dinikmati sendir. Dan masih banyak lagi hal yang bisa dikembangkan seperti melukis, menulis ataupun yang lainnya. Intinya tetap produktif meski dirumah.

3. Mengubah Suasana
Mungkin dengan mengubah dekorasi rumah, tatanan rumah bahkan mengganti warna cat rumah bisa menghilangkan kebosanan. Terlebih jika semua dilakukan sendiri atau bersama keluarga, kita bisa mendesain gambar, tulisan sesuai dengan keinginan kita. Jikapun ide sedang buntu kita bisa melihat tutorialnya di youtube, instagram, facebook dll. 

4. Berselancar di Dunia Maya
Tetap update dengan berita di luar melalui media sosial. Selain itu dari internet kita bisa menambah pengetahuan kita, dan belajar banyak hal. Tidak hanya berupa tulisan tapi juga dengan gambar dan tutorial.

Semoga beberapa cara diatas bisa membuat perasaan bosan dirumah menjadi semangat dalam menghadapi cobaan. Mengeluh ataupun takut tidak akan memberikan jalan keluar. Perasaan bahagia dan semangat menjalani hari justru akan memberikan energi positif pada tubuh kita. 

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd (Guru MA An-Nur) 

Senin, 23 Maret 2020

Virus Corona: Kenali, Pahami, Cegah Penularannya


Corona nama yang sudah tidak lagi asing di telinga kita, hampir setiap hari baik di media televisi, surat kabar online, media sosial tak habis-habisnya membahas tentang corona. Corona jenis baru atau dikenal dengan Covid-19 merupakan nama virus yang menyerang sistem pernapasan yang bersifat menular. Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini sangat umum seperti demam, sesak napas, batuk. Namun terkadang ada gejala penyerta lain meski tidak semua dialami oleh penderita seperti sakit tenggorokan, nyeri otot,  produksi dahak dan ada sebagian kecil orang mengalami ketidak pekaan terhadap bau atau bahkan kehilangan kemampuan membau. Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh Covid-19 memang tidak jauh berbeda dengan flu/ influenza tapi virus ini menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan ketika penyebarannya terjadi dengan sangat cepat. Sekitar bulan januari virus ini hanya endemik di Wuhan China, tapi kini di pertengahan maret virus ini sudah menjadi pandemi hampir diseluruh negara. 

Memang di berbagai negara jumlah kematian akibat Covid-19 tidak masuk dalam kategori besar tapi kecepatan penularannya membuat kita menjadi was-was. Penularan virus corona bisa terjadi melalui berbagai hal seperti droplets atau tetesan cairan yang berasal dari bersin serta batuk, kontak dengan penderita misalnya berjabat tangan ataupun bersentuhan dengan barang yang telah terkontaminasi virus kemudian tanpa sengaja tangan atau barang tersebut tersebut menyentuh mulut, hidung bahkan mata. Adapula penularan lewat kontaminasi tinja meskipun jarang terjadi. Dalam sebuah penelitian, sampel virus yang disemprotkan ke udara masih bisa terdeteksi dalam aerosol (aerosolisasi). Akan bertahan lebih lama pada beberapa benda, empat jam pada tembaga, 24 jam pada karton dan dua sampai tiga hari pada plastik dan stainless steel. Center for Disease Control and precentin (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebutkan, jarak penyebaran cairan di udara kurang lebih sejauh dua meter antar manusia.

Covid-19 diperkirakan mulai masuk ke Indonesia bulan pebruari lalu, dan positif menginfeksi dua orang, namun di akhir bulan maret ini Jumlah orang yang positif terinfeksi Covid-19 berjumlah lebih dari 400 orang. Berbagai usaha dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan infeksi dari virus ini mulai dari mengaktifkan thermo scanner pada pintu-pinti kedatangan internasional di bandara, skrinning massif, pembatasan sosial dan karantina diri, menunjuk rumah sakit rujukan khusus yang memiliki fasilitas sesuai standar penanganan, membuka kontak layanan yang dapat diakses masyarakat (0215210411 atau 081212123119), Penundaan penerbangan tidak hanya dari China saja, tapi dari berbagai negara hingga batas waktu tertentu. 

Covid-19 tidak boleh dianggap remeh karena virus ini merupakan ancaman nyata Asimptomatik atau si penderita tidak menyadari adanya gejala klinis apapun terhadap suatu penyakit. Akan terdeteksi bila si penderita melakukan tes medikal. Pemerintah memang tidak memberlakukan sistem lockdown seperti dinegara lain karena jelas banyak pertimbangan serta resiko ketika lockdown diberlakukan. Bukan saatnya saling menyalahkan tapi saatnya kita meminimalkan penyebaran Covid-19 dengan berbagai cara seperti yang sudah dianjurkan oleh semua pihak diantaranya:

Melakukan social distancing atau menjaga jarak saat bersosialisasi langsung. Menjaga jarak aman sesuai yang dikampanyekan pihak kesehatan dan pemerintah yaitu jarak minimal dua meter guna mencegah penularan penyakit. Karena salah satu penularan virus Covid-19 salah satunya melalui udara.

Memakai masker terutama bagi yang sedang sakit, agar tak menularkan ke orang lain. Berikut cara memakai masker yang benar menurut dokter: 

Bersihkan tangan (Misal: mencuci dengan sabun). Karena banyak kebiasaan orang yang akan memakai masker, mereka lupa membersihkan tangan.

Saat mengambil masker, ambil bagian talinya. Sekaligus memastikan masker tersebut memiliki tali yang kuat agar ketika dipakai tidak copot/terbuka dan masker dalam kondisi baik.

Pakailah dengan cara sisi yang berwarna berada di bagian depan.
Mencuci tangan dengan benar. Sebagian besar penyakit yang ditularkan oleh bakteri dan virus bersumber dari tangan. Tindakan yang mudah dan murah ini jangan sampai terlewatkan. Cuci seluruh bagian tangan tanpa terkecuali termasuk sela-sela jari dan kuku.

Hindari menyentuh hidung, mulut dan mata dengan tangan, terutama tangan yang belum dicuci setelh beraktifitas. Karena jika sampai tangan yang penuh virus masuk ke area tersebut, semakin mudah virus masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi.

Tutup hidung dan mulut ketika bersin. Bukan menutup dengan menggunakan tangan melainkan memakai tissue atau sejenisnya kemudian alat penutup tersebut langsung dibuang. Jikapun terpaksa memakai tangan segera cuci tangan dengan sabun Atau mungkin dengan alat penyeteril kuman.

Menjaga kekebalan tubuh. Hal ini sudah cukup umum, menjaga kekebalan/ imunitas tubuh bisa dilakukan dengan cara pemenuhan nutrisi dengan gizi seimbang (terutama yang kaya akan protein, vitamin C dan E) dan olahraga teratur. Mengurangi atau menghilangkan kegiatan yang bisa mengganggu kesehatan seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol. 

Sterilisasi rutin. Selain menjaga kesehatan dan kebersihan diri, sangat penting melakukan perawatan dan menjaga kebersihan sekitar. Seperti yang sudah banyak dilakukan di berbagai daerah, penyemprotan desinfektan dilakukan guna mencegah penyebaran virus. Selain menyemprotkan desinfektan, kita juga bisa melakukan penyeterilan berbgai alat di rumah seperti gagang pintu, meja, dan peralatan makan. 

Tetap di rumah, hindari bepergian di tempat umum. Jikapun pemerintah tidak melakukan lockdown, minimal ada kesadaran dari diri sendiri untuk sementara tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan mendesak, hal ini juga merupakan salah satu cara untuk mengendalikan penyebaran virus. 

Menghindari kontak langsung dengan hewan, terutama hewan pembawa virus tersebut. Menyentuhnya saja tidak disarankan apalagi mengkonsumsinya, sebaiknya dihindari demi kebaikan bersama.
Selalu memantau perkembangan tentang Covid-19 dari sumber yang resmi dan terpercaya. Ikuti arahan dan patuhi larangan yang dibuat demi kebaikan bersama.
Meskipun pemerintah sudah berusaha mendatangkan APD (Alat Pelindung diri), Alat kesehtan termasuk obat-obatan, tidak ada salahnya jika kita mawas diri dan tetap waspada. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. 

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd ( Guru MA An-Nur) 

Senin, 16 Maret 2020

Hidroponik MA An Nur Kembang jeruk Banyuates


Hidroponik berasal dari kata Hydro yang berarti air dan Phonyc artinya pengerjaan. Artinya hidroponik  merupakan sistem tanam yang pengerjaannya menggunakan media tanam air, air yang dimaksud adalah air nutrisi. Hidroponik berkembang pesat terutama di wiayah perkotaan, sistem ini dirasa lebih efektif dan efisien karena keterbatasan tempat yang rata-rata ruang terbuka/ pekarangan telah berganti paving dan semen. Tidak hanya itu sebagian besar perumahan/ tempat tinggal di wilayah perkotaan hanya memiliki halaman yang tidak begitu luas, bahkan fungsi halaman kadang tergantikan untuk garasi. Hidroponik merupakan salah satu aplikasi dari Urban Farming yang secara istilah diartikan sebagai konsep penerapan pertanian dari sistem konvensional pedesaan (menggunakan lahan terbuka lebar) ke sistem pertanian modern (bisa dilakukan di lahan sempit indoor) di wilayah perkotaan.

Hidroponik memang tidak begitu familiar di wilayah pedesaan, juga kurang diminati oleh masyarakat yang tinggal di desa karena dianggap tidak efektif. Hal ini tidak lain karena masih banyaknya penduduk yang memiliki halaman cukup luas. Jadi mereka tidak membutuhkan pot atau sejenisnya dalam bercocok tanam. Cukup dengan menyebar benih di halaman rumah biasanya tanaman akan tumbuh tanpa repot dalam hal perawatan.

Meskipun lokasi MA An-Nur berada dipedesaan, tetapi siswa MA An-Nur mencoba untuk menerapkan konsep hidroponik di lingkungan sekolah. Selain sebagai penerapan atas ilmu yang diperoleh, kegiatan hidroponik juga berfungsi untuk memperindah suasana sekolah supaya terlihat lebih asri.

Media tanam yang digunakan dalam hidroponik ini tidaklah seperti media tanam para profesional, melainkan menggunakan barang bekas. Penggunaan media dengan barang bekas bukanlah tanpa alasan melainkan salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan cara menggunakan kembali sampah yang masih bisa dipakai untuk fungsi yang sama atau fungsi yang berbeda (reuse).

Berikut ini laporan kegiatan praktikum hidroponik sederhana yang bertempat di Aula MA An Nur pada minggu ke tiga di bulan Februari.

Bahan: Bibit (kangkung, sawi), nutrisi AB mix, air.
Alat : botol plastik bekas, baskom (yang berlubang), gelas air mineral, styrofoam bekas buah, net pot, solder, plastik Kresek (Ukuran paling besar), Tds meter. Kain, rockwool.

Cara kerja:
A. Penyemaian
Rendam biji selama kurang lebih selama sehari (24 jam)
Siapkan rockwol, jika rockwool masih dalam bentuk utuh (belum dalam potongan kecil) Potong Berbentuk dadu. Setelah itu semai biji diatas rockwool.
Kemudian basahi rockwool denga air bersih.
Simpan biji yang telah disemai dalam rockwool ke dalam sebuah nampan, lalu simpan di tempat gelap (proses etiolasi)
Setelah bibit berkecambah pindahkan ke tempat yang terang tapi jangan di taruh ditempat yang langsung terkena cahaya.
Semprot rockwoolnya tiap pagi dan sore agar tidak mengering.
Jika sudah tumbuh daun siap untuk dipindahkan.

B. Membuat media tanam
Media tanam botol Bekas
Bersihkan botol bekas kemudian keringkan. Potong menjadi dua bagian. Bagian atas lebih pendek sedangkan bagian bawah lebih panjang.
Beri lubang pada tutup botol sebagai tempat kain penghubung air nutrisi ke tanaman (sistem kapiler)
Pasang bibit semai di bagian atas tutup botol, pasang bagian bawah botol menggunakan nutrisi. Pasangkan botol yang telah dipotong dengan posisi terbalik di bagian atasnya.
Media tanam Box styrofoam bekas buah
Lubangi box dengan menggunakan solder. Untuk ukurannnya menyesuaikan dengan kebutuhan. Jika memakai netpot ukur lubang sesuai besar netpot.
Kemudian bagian bawah box yang berlubang, dilapisi plastik sedemikian rupa agar air tempat nutrisi tidak bocor.
Setelah terlapisi, isi dengan air nutrisi yang telah disediakan sebanyak 2/3 kotak bagian bawah box.

C. Perawatan
Setelah dilakukan pemindahan bibit dalam media lakukan perawatan dengan cara pemeriksaan tanaman. Segera pisahkan tanaman yang mati/ berpenyakit agar tidak menular ke yang lainnya. Jika tidak memiliki filter air rutin ganti air nutrisinya serta bersihkan media tanam maksimal 1 minggu sekali. Jangan sampai media tanam berlumut karena akan mengganggu proses pertumbuhan tanaman hidroponik tersebut.

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd

Senin, 09 Maret 2020

Hadapi kesulitan dan jadilah pemenang


            Sumber gambar : Dokumentasi OSIS 2019/2020

Dalam hidup ini banyak orang yang mengeluh saat mendapat kesulitan. Padahal sebenarnya didalam kesulitan tersimpan pelajaran  yang sangat berharga. Sebuah pelajaran yang tidak pernah bisa terbeli dengan materi. Mengeluh saat menghadapi masalah memang sangat manusiawi. Tetapi jika hanya berkeluh kesah dan tidak berusaha mencari solusi sama artinya dengan membuang waktu percuma dan tentunya kita akan merugi.

Kesulitan adalah pelengkap dari perjuangan yang kita lakukan. Tanpa adanya kesulitan, perjuangan akan terasa hambar dan tidak lagi berkesan. Jadi kalau harus mengeluh sewajarnya saja, setelah itu menata langkah untuk menghadapinya. Kesulitan-kesulitan yang kita hadapi sebenarnya adalah tangga untuk kita naik ke level yang lebih tinggi lagi.

Bukankah jika ingin naik kelas, setiap siswa harus mengikuti ujian? Begitupun dalam kehidupan ini, ketika kita akan naik ke tingkat yang lebih tinggi maka kita akan menghadapi ujian. Salah satu bentuk ujian adalah kesulitan. Misalnya saja kesulitan dalam mewujudkan apa yang dicita-citakan. Dalam menghadapi kesulitan mental kita akan dilatih untuk menjadi pejuang yang tangguh. Pejuang yang tidak mudah menyerah sebelum impian ditangan. Karena untuk mendapatkan mental yang tangguh tidak pernah bisa kita dapatkan dari sebuah kenyamanan. Mental yang tangguh hanya bisa didapatkan dari sebuah kesulitan.

Dalam menghadapi sebuah kesulitan maka seharusnya kita tertantang untuk menaklukannya. Bukan malah lari dan menghindarinya. Jika  sedikit saja mengalami kesulitan lalu mengeluh dan tak tidak mau menghadapi. Maka sampai kapanpun kita tidak akan bisa menaklukkan kesulitan tersebut. Akibatnya mental kita akan menjadi mental yang mudah mengeluh, mudah menyerah dan malas untuk berjuang. Jika hal ini terjadi tentunya saja diri sendiri yang akan rugi. Orang lain sudah menuai beragam keberhasilan, sedangkan kita masih jalan di tempat dan belum mendapatkan apa-apa.

Tetapi jika kita menghadapi kesulitan dengan penuh semangat perjuangan dan tanpa mengeluh maka hasilnya pasti akan berbeda. Mental kita akan terbiasa menghadapi kesulitan. Kegagalan adalah hal biasa bagi seorang pejuang. Sehingga ketika menemui kesulitan demi kesulitan dalam meraih impian, mental kita sudah terlatih sehingga tidak mudah menyerah dan putus asa hanya karena sebuah kesulitan. Kesulitan demi kesulitan adalah bumbu penyedap yang akan membuat perjuangan kita semakin terasa istimewa dan luar biasa.

Selain itu juga kesulitan yang kita dapatkan mengajarkan kepada kita arti tentang kesabaran dan juga kerja keras. Kita jadi tahu bahwa untuk meraih sesuatu harus butuh kesabaran dalam arti usaha yang dilakukan harus  secara terus menerus dan juga mau bekerja keras. Orang bijak berkata jika ingin sukses maka kita harus mau menggadaikan waktu bersantai kita dengan bekerja keras. Nah, melalui kesulitan ini maka kita akan terlatih untuk bekerja keras, tidak mudah mengeluh dan tidak mudah menyerah. Tidak ada ada kesuksesan yang diraih secara instant. Butuh mental yang tangguh dan juga kerja keras untuk menaklukan tantangan sebelum kesuksesan ditangan.  Maka dari itu kesulitan yang kita hadapi semakin membuat mental pejuang kita semakin terasah dengan baik.

Satu lagi pelajaran berharga dari kesulitan adalah memudahkan kita untuk mengahadapi masalah lain yang lebih besar lagi dan jauh lebih sulit dari sebelumnya. Sehingga dari kesulitan tersebut kita menjadi lebih sabar lagi, lebih tangguh lagi dan tentunya lebih bijaksana lagi. Jadi jika ada kesulitan tidak perlu mengeluh apalagi lari menghindari tetapi hadapi dan jadilah pemenang sejati.

Penulis : Sulistiani, S. Sos. I (Guru MA An-Nur )

Senin, 02 Maret 2020

Bebaskan Diri dari Mental Blok Guna Meraih Kesuksesan

                     Sumber gambar : Pixabay.com
Mental blok, mungkin sudah banyak yang mendengar kata ini. Bahkan mungkin diantara kita ada yang mengalaminya tetapi tidak menyadarinya. Mental blok ini sering diartikan sebagai kondisi yang menghambat kita untuk  berkembang. Jadi secara singkatnya mental blok ini adalah sebuah pengekangan terhadap pikiran seseorang. Secara psikologis mental blok ini menghalangi seseorang untuk bisa meraih kesuksesan seperti yang diinginkan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan sesorang mengalami mental blok, diantaranya;

Pertama, adanya pengalaman traumatik.
Misalnya saja pernah gagal dalam menjalankan sebuah usaha lalu mengalami kerugian yang cukup besar. Pengalaman kegagalan ini begitu membekas dalam dirinya. Sehingga mempengaruhi pikiran bawah sadarnya dan membuatnya takut untuk mencobanya kembali.

Kedua, kurangnya rasa percaya diri
Rasa kurang percaya diri akan menghalangi kita untuk menunjukkan bakat dan potensi yang kita miliki. Merasa tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki dan merasa bahwa tidak memiliki kemampuan yang baik membuat potensi kita akan semakin tenggelam. Ketakutan-ketakutan tidak beralasan yang datang dari rasa kurang percaya diri membuat kita hanya jadi penonton akan keberhasilan orang. Maka katakan pada diri bahwa kita bisa lalu beraksilah.

Ketiga, malas
Malas adalah adalah penyakit yang membuat kita tidak bisa berkembang. Ketika kita memiliki keinginan tetapi jika masih berkawan dengan kemalasan. Maka keinginan hanya sebatas angan dan jauh dari kenyataan. Oleh karena itu manfaatkan waktu yang kita miliki untuk mewujudkan keinginan kita. Jangan sampai kita menyesal akibat dari kecerobohan dan kemalasan diri.

Setelah kita mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya mental blok maka langkah selanjutnya adalah membebaskan diri kita dari mental blok.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk terbebas dari mental blok.

1. Kenali penyebab mental blok
Jadi kita perlu melakukan evaluasi diri mengenai apa yang membuat kita mengalami mental blok. Apakah karena pengalaman traumatik, rasa kurang percaya diri ataukah karena kemalasan diri. Setelah kita mengetahui sebabnya maka selanjutnya kita harus segera mencari solusi untuk mengatasinya. Jika pernah mengalami traumatik mungkin kita butuh terapi untuk mengatasi hal tersebut. Jika kita kurang percaya diri maka kita harus membangun motivasi diri supaya memiliki kebagian dan keyakinan akan kemampuan sendiri. Lalu jika faktor penyebabnya kemalasan, maka segeralah bergerak dan singkirkan malas dalam segala aktifitas kita.

2.  Keluar dari zona nyaman
Banyak orang yang enggan keluar dari zona nyaman alasannya adalah zona nyaman memberikankenyamanan.  Tetapi ketahuilah zona nyaman akan membelenggu kreativitas kita sehingga kita tidak bisa berkembang. Dengan keluarnya kita dari zona nyaman kita akan menerima tantangan baru yang sangat bagus untuk perkembangan kita.

Adapun beberapa tokoh yang berani keluar dari zona nyaman diantarnya adalah Ibu Susi Puji Astuti. Ia keluar dari zona nyaman di bisnis yang dijalankan dan menerima tawaran menjadi menteri. Padahal kita ketahui bahwa penghasilan bisnisnya lebih banyak dibandingkan dengan gaji seorang menteri. Tetapi kini kita ketahui bahwa keberanian beliau keluar dari zona nyaman menorehkan banyak prestasi. Salah satunya adalah Peter Benchley Ocean Awards. Penghargaan ini adalah penghargaan maritim tertinggi  di dunia. Peter Benchley Ocean Awards ini diberikan bagi tokoh pejabat publik, dan juga  tokoh masyarakat yang memberikan  kontribusi besar terhadap kelestarian laut.

Selain itu ada  Deddy Corbuzier. Ia pernah membuat sebuah keputusan yang cukup menggemparkan yakni  mundur dari dunia sulap yang telah membesarkan namanya. Lalu kemudian ia mencoba hal baru yaitu menjadi presenter acara reality show di sebuah stasiun televisi. Ia pernah berkata seandainya dulu ia tetap berada pada zona nyaman mungkin ia tidak pernah merasakan kesuksesan menjadi presenter.

Belajar dari pengalaman tersebut, maka kita harus mencoba hal-hal baru untuk menggali potensi terbaik kita dan mendapatkan kesuksesan. Jangan terlena dengan zona nyaman yang ada tetapi carilah tantangan baru untuk mengetahui sejauh mana batas kemampuan yang kita miliki. 

3. Jangan takut gagal
Mungkin kita tidak asing lagi dengan kalimat bijak berikut "tidak penting seberapa sering kamu gagal tetapi yang penting adalah seberapa sering kamu bangkit". Ya, benar sekali kalimat bijak tersebut. Ketika sembilan kali kita gagal maka balaslah dengan bangkit sebanyak 10 kali. Jadi kegagalan bukanlah akhir perjuangan kita untuk meraih kesuksesan. Mungkin kita bisa belajar bagaimana Thomas Alfa Edison, sang penemu bola lampu bangkit dari kegagalannya.

Ada banyak versi yang menyebutkan berapa kali Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan. Ada yang mengatakan 9.955 kali lalu ada juga yang mengatakan 10.083 kali. Tetapi seorang kontributor di majalah Forbes mengutip kata Thomas  yang isinya kurang lebih sebagai berikut: "Saya tidak gagal 10.000.kali. Tetapi saya membuktikan ada 10.000 cara yang keliru. Dan akhirnya kini saya menemukan cara yang benar".

Dari sini kita simpulkan bahwa kegagalan bukan akhir dari usaha kita. Sebaliknya kegagalan memberikan celah untuk memperbaiki kekurangan yang kita miliki. Jangan takut gagal sebab kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan.

Ketika kita sudah menyadari tentang dampak negatif dari mental blok. Maka tugas kita selanjutnya adalah membebaskan  diri dari mental blok. Karena kita sendiri yang tahu penyebab dari mental blok yang terjadi dalam diri kita. Jadi kita jugalah yang bisa menentukan langkah yang tepat untuk keluar dari mental blok yang dialami. Sehingga kesuksesan tidak hanya sekedar impian tetapi mewujud jadi kenyataan. 

Penulis : Sulistiani, S. Sos. I (Guru MA-An-Nur) 

Senin, 24 Februari 2020

Tempat Ternyaman Selain Rumah Adalah Sekolah





"Sekolah adalah rumah kedua" begitu sederhana kalimat tersebut namun sarat akan makna. Kalimat ini tentu tidak hanya berlaku untuk siswa tapi juga untuk seluruh warga sekolah. Mereka berada dalam satu komunitas yang hubungannya menyerupai keluarga, ada rasa saling menghormati, menyayangi, toleransi hingga ketaatan pada berbagai peraturan yang telah dibuat demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan dalam sekolah. Sekolah yang kita ibaratkan rumah haruslah memiliki suasana yang menyenangkan agar membuat betah setiap individu yang berada didalamnya. Tidak mudah menciptakan rasa nyaman disekolah. Rasa nyaman ini mungkin akan muncul saat ada beberapa hal seperti kekeluargaan, kebersihan dan ketertiban di sekolah.

Sikap kekeluargaan wajib ditanamkan, mengingat sekolah ibarat rumah kedua bagi warga sekolah. Saat ada rasa saling menghormati yang tertanam pada semuanya maka akan muncul rasa kekeluargaan dan persahabatan. Perasaan inilah yang membuat semua warga sekolah menjadi betah dan semangat saat akan ke sekolah. Mungkin dengan ini maraknya kasus bullying disekolah yang terjadi akhir-akhir ini bisa diminimalkan. Rasa kekeluargaan dan persahabatan yang terjalin akan membuat individu tidak takut mengeluarkan uneg-unegnya. Bisa tentang pelajaran, masalah sesama siswa, Miss komunikasi dengan guru dll, sebab semuanya saling terbuka. Rasa kekeluargaan memunculkan perasaan aman dan nyaman saat disekolah.

Sekolah sebagai rumah kedua juga tak luput dari sorotan dan penilaian masyarakat, karena selain belajar sekolah juga berperan dalam mengasah dan mengembangkan intelegensi emosional siswa. Emosi yang terasah dan terarah akan membentuk siswa menjadi pribadi yang hati-hati dalam bertindak.

Selain faktor kekeluargaann, kebersihan juga sangatlah penting. Bagaimana kita akan merasa nyaman di suatu tempat jika tempat tersebut kotor dan kumuh. Membuat peraturan saja tidaklah cukup, harus ada kerja sama antara warga sekolah untuk menjaga kebersihan. Diperlukan kesadaran dari masing-masing individu untuk menjaga kebersihan seperti memfungsikan petugas piket, memanfaatkan tempat sampah (organik dan anorganik), tidak mencoret dinding maupun bangku merupakan beberapa cara untuk menjaga sekolah tetap bersih.

Berikutnya hal yang tak kalah penting dari semuanya adalah ketertiban. Ketertiban adalah pangkal dari Kedisiplinan. Disiplin adalah patuh serta taat pada nilai-nilai yang sudah diatur dan dipercayakan menjadi tanggung jawabnya. Kunci sukses sebuah keberhasilan salah satunya adalah disiplin. Aturan kedisiplinan biasanya dituangkan dalam tata tertib sekolah. Salah satu tempat yang menggambarkan kedisiplinan adalah sekolah. Masuk, Istirahat dan pulang sudah terjadwal secara rutin dan bersifat mengikat.

Selain tentang waktu, ada peraturan berpakaian yang harus ditaati seluruh warga sekolah. Jika beberapa hal ini dilanggar maka setiap pelanggar akan mendapatkan sanksi yang telah ditetapkan. Sanksi disiplin tujuan utamanya bukan untuk menakuti, melainkan sebagai refleksi bahwa tiap perbuatan (terutama yang melanggar) pasti ada resikonya, serta menumbuhkan keteraturan waktu pada pola hidupnya agar bisa dikelola dengan sebaik-baiknya. Aturan disiplin tidak hanya berlaku pada siswa saja melainkan untuk guru, kepala sekolah maupun staf yang lain. GURU digugu lan ditiru menjadi tonggak terpenting kedisiplinan, Guru adalah orang tua dari siswa disekolah, orang tua adalah contoh bagi setiap anaknya. Dengan kata lain tolok ukur Kedisiplinan sebagian besar siswa berasal dari gurunya.

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah" begitulah kata Bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantoro. Pendidik/ guru akan membagikan ilmunya pada para siswanya, sedangkan guru mendapatkan pengalaman mamahami karakter siswa, Pemikiran baru ketika berinteraksi dengan siswa. Jika rumah saja bisa menjadi sekolah, apalagi sekolah yang konon katanya merupakan tempat menimba ilmu. Mari kita jadikan sekolah tempat yang menyenangkan Karena sekolah merupakan salah satu tempat untuk menimba ilmu dan mengenyam pendidikan. Dalam Pendidikan ada kebaikan ilmu yang kita peroleh, meskipun belum mampu merubah dunia minimal akan merubah pola pikir kita menjadi lebih sempurna.

*Penulis : Tites Nosiani, S. Pd ( Guru MA An-Nur dan pegiat literasi)