Madrasah Aliyah An-Nur

Penyerahan Hadiah Class Meeting.

Program Vokasi

Madrasah Aliyah An-Nur.

Program Vokasi

Madrasah Aliyah An-Nur.

Madrasah Aliyah An-Nur

Program Vokasi.

Madrasah Aliyah An-Nur

Seminar Kesehatan Reproduksi Dan Narkoba.

Monday, May 4, 2020

Pengumuman


PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA MADRASAH ALIYAH AN-NUR 
TAHUN PELAJARAN 2019-2020


Thursday, April 30, 2020

PPDB MADRASAH ALIYAH AN-NUR TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Monday, April 20, 2020

SEMANGAT BELAJAR DARI RUMAH


Pandemi Covid 19 yang masih terjadi hingga saat ini memberikan banyak dampak negatif. Seperti pada sektor ekonomi, pariwisata hingga pedidikan. Lebih dari satu bulan para siswa diwajibkan untuk belajar dari rumah, tujuan utamanya adalah untuk menghambat penularan virus, karena dunia sekolah memiliki aktifitas sosial yang tinggi dan melibatkan interaksi komunitas. Virus, terutama Covid 19 akan lebih rentan terjadi penularan ketika ada interaksi seperti mengobrol, bersalaman atau aktifitas lain. Hingga kini belum ada yang tahu pasti kapan pandemi ini berakhir. 

Selama pandemi siswa diwajibkan untuk belajar dari rumah atau lebih dikenal dengan SFH (Study From Home). Kementerian Agama menyiapkan aplikasi E-learning, yaitu sebuah aplikasi gratis produk Madrasah yang ditujukan untuk menunjang proses pembelajaran di Madrasah dari mulai Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidayah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), agar lebih terstruktur, menarik dan interaktif. Sedangkan Kemdikbud menyediakan media pembelajaran daring melalui rumahbelajar.kemdikbud.go.id dan kolaborasi bersama TVRI, terkait belajar dari rumah. Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (Daring)/ jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. 

Belajar dari rumah juga bukan berarti guru memberikan tugas-tugas saja pada muridnya. Tetapi diharapkan juga ada interaksi antara siswa dan guru melalui alat komunikasi untuk membantu para siswa memahami tugas ataupun materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Seperti halnya pada saat proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Belajar dari rumah dengan sistem daring merupakan sistem yang terbilang baru bagi beberapa sekolah, apalagi sekolah yang letaknya di pedesaan. 

Melaksanakan kegiatan belajar di rumah bisa dibilang tidak mudah. Tidak mudah untuk beberapa siswa dan tidak mudah untuk sebagian guru. Tidak mudah untuk siswa karena kurangnya kesadaran dan minat belajar terutama bagi mereka yang menganggap pandemi ini sebagai liburan. Bahkan masih sering kita dengar banyak siswa yang tak acuh pada himbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja. Banyak anak-anak yang terlihat menghabiskan waktu di warnet, nongkrong di cafe ataupun di rumah teman. Bahkan ada yang masih kumpul-kumpul mengadakan acara yang bisa dibilang sifatnya tidak penting. Disini peran orang sangatlah dibutuhkan untuk memberikan pengarahan dan pendampingan pada anak. Selain menasehati tentang pentingnya belajar, juga memberikan arahan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kewaspadaan untuk menjaga diri dengan tidak keluar rumah dulu jika sifatnya tidak mendesak. 

Belajar dari rumah untuk sebagian guru juga tidak mudah, terutama untuk guru di daerah pedesaan. Meskipun ponsel sudah berubah fungsi kebutuhannya dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan sekunder, bahkan untuk sebagian kecil orang ponsel adalah kebutuhan primer. Namun masih ada orang yang belum memiliki ponsel terlebih ponsel pintar (smartphone), hal inilah yang membuat sistem pembelajaran daring terganggu. Sinyal juga masih menjadi kendala, karena ada sebagian siswa yang tinggal di pelosok dan jangkauan sinyalnya masih buruk. Selain itu kemampuan siswa yang tidak sama dalam memahami soal membuat guru harus berpikir kreatif agar saat pembelajaran jarak jauh siswanya mudah memahami materi, tidak bosan dan merasa tidak terbebani. 

Tidak hanya pembelajaran sistem daring yang memiliki kendala, sistem pembelajaran lainpun pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Pada dasarnya sistem pembelajaran apapun, jika tidak disertai inisiatif dan motivasi belajar dari masing-masing individu maka prosesnya tidak akan mencapai hasil maksimal. Keinginan dan semangat belajar seyogyanya dimiliki oleh setiap siswa, tidak harus menunggu perintah ataupun tugas. Terutama untuk siswa yang kini sedang study from home karena ada "bencana". Belajar di rumah saat ini menjadi pilihan yang terbaik, karena belajar merupakan kewajiban dan kebutuhan. 

Sumber gambar :Pixabay.com
Penulis : Tites Nosiani, S. Pd (Guru MA An-Nur) 

Tuesday, April 14, 2020

CORONA, ANTARA UJIAN DAN COBAAN


Apakah setiap musibah disebabkan kelalaian? Kemudian, apakah semua musibah dan cobaan adalah hukuman? Ini adalah problem yang kadang terjadi pada sebagian orang, yang mana penyebabnya adalah perbedaan dalam memahami nash-nash  yang  berhubungan dengan persoalan ini, dan bagaimana ganjaran atas sebuah tindakan.

Ada sebuah keterangan, dimana setiap musibah yang terjadi disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :
وَما أَصابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِما كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ [الشورى: 30]
Disisi lain terdapat nash dari baginda nabi Muhammad sallalahu alaihi wa sallam yang menjelaskan bahwa cobaan terberat adalah yang menimpa nabi, orang-orang saleh dan para pengikutnya, sebagaimana yang tertera dalam hadist :
)أشد الناس بلاء الأنبياء ثم الصالحون ثم الأمثل فالأمثل)
)حدثنا قتيبة حدثنا حماد بن زيد عن عاصم بن بهدلة عن مصعب بن سعد عن أبيه قال قلت يا رسول الله : أي الناس أشد بلاء ؟ قال الأنبياء ثم الأمثل فالأمثل فيبتلى الرجل على حسب دينه فإن كان دينه صلبا اشتد بلاؤه وإن كان في دينه رقة ابتلى على حسب دينه فما يبرح البلاء بالعبد حتى يتركه يمشى على الأرض ما عليه خطيئة(  قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح
)عن عطاء بن يسار : أن أبا سعيد الخدري دخل على رسول الله صلى الله عليه و سلم وهو موعوك عليه قطيفة فوضع يده عليه فوجد حرارتها فوق القطيفة فقال أبو سعيد ما أشد حر حماك يا رسول الله فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم إنا كذلك يشدد علينا البلاء ويضاعف لنا الأجر ثم قال يا رسول الله من أشد الناس بلاء قال الأنبياء قال ثم من قال ثم العلماء قال ثم من قال ثم الصالحون كان أحدهم يبتلى بالفقر حتى ما يجد إلا العباءة يلبسها ويبتلى بالقمل حتى يقتله ولأحدهم أشد فرحا بالبلاء من أحدكم بالعطاء(

Dan juga ada ujian dan cobaan yang menimpa orang-orang mukmin dengan tujuan untuk mengetahui mereka yang berungguh-sungguh dan menguji keimannya. Seperti yang termaktub dalam ayat :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ [مُحَمَّدٍ: 31](   
Maka jika adanya ujian dan cobaan itu adalah balasan untuk orang  yang lalai atau disebabkan oleh tindakan seseorang, ,maka analogi yang benar seharusnya musibah terberat seharusya menimpa orang kafir, musyrik dan munafik . dengan berlandaskan dalil yang telah disebutkan diatas juga ayat :

وَما أَصابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِما كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ [الشورى: 30]
Untuk menjawab paradoks tersebut, harus dilihat dari tiga sudut pandang :
Membedakan antara situasi orang mukmin dan orang kafir di dunia ini.
Orang mukmin pasti mendapatkan ujian dan cobaan di dunia, karena mereka adalah orang-orang yang beriman  kepada Allah sebelum mereka menjadi orang lain, ini adalah ketentuan bagi mereka.  Seperti yang dijelaskan dalam ayat :
الم أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ [الْعَنْكَبُوتِ: 1- 3]
Keterkaitan antara balasan didunia dan akhirat, setiap sesuatu yang menimpa orang mukmin di dunia seperti cobaan dan musibah, satu sisi itu disebabkan oleh tindakan mereka sendiri, disisi lain juga dikarenakan kedudukan mereka disisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Maka sebagian dari mereka ada yang langsung di balas kontan sesuai apa yang di lakukan dunia, sehingga ia menghadap Allah dengan keadaan tidak membawa kesalahan atau dosa . ini adalah kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendosa yang menghadap Allah dengan membawa dosanya. Maka dari itu, adanya ujian dan cobaan yang menimpa para nabi, orang-orang sholeh dan pemgikutnya sangatlah berat, karena mereka lebih mulia disisi Allah dibandingkan yang lainnya. Dan selain mereka balasannya adalah apa yang dia lakukan didunia ini sesuai dengan perbuatannya.

Berbeda dengan non muslim, yang mana tidak ada balasan bagi mereka di akhirat kecuali neraka, tidak ada pahala yang dilipat gandakan, tidak ada derajat yang dinaikkan, juga tidak ada keburukan atau dosa yang di ampuni. Adapun hikmahnya adalah tidak ada amal sholeh yang disiapkan atau disimpan oleh Allah untuk mereka di akhirat kelak. Bahkan mereka tidak akan pernah mempunyai amal baik. Setiap kebaikan yang mereka lakukan akan dibalas di dunia dengan diringankannya beban dan cobaan yang mereka rasakan.

Maka segala ujian atau cobaan yang menimpa orang mukmin itu tidak lebih dari apa yang telah mereka perbuat, atau sebagai balasan yang disegerakan dari semua yang merka kerjakan, atau dari sebagian keburukan yang merka lakukan; karena pangkat dan kedudukannya disisi Allah.
Kita juga harus yakin bahwa setiap amal yang bermanfaat yang dilakukan oleh kelompok masyarakat atau umat muslim akan dibalas didunia -seperti halnya perbuatan buruk juga demikian- bahkan lebih baik.
Seperti hadits shohih yang diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik ra, dari nabi Muhammad SAW bersabda :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ لاَ يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِى الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِى الآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِى الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الآخِرَةِ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا 


Kesimpulan :
Tidak ada cobaan dan musibah kecuali disebabkan dosa. Orang-orang mukmin dibalas atas kebaikannya di dunia dan akhirat, ditambahkannya cobaan bagi mereka di dunia untuk melebur dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan dan tidak disiksa akhirat sampai diserahkan amal kebaikannya.
Sedangkan orang kafir kebaikannya akan dibalas secara langsung di dunia, maka apa yang mereka nikmati di dunia -yang mana itu seakan lebih baik dari orang mukmin- sebenarnya adalah balasan dari perbuatan dan amal baik mereka, kemudian mereka tidak akan mempunyai bagian di akhirat kelak.

Mu’tazim Faurok Muhyidin (Guru MA An-Nur) 
Banyuates, 9 April 2020

Monday, April 6, 2020

Ingin berhasil? Lakukan langkah ini


Dalam hidup tak ada seorangpun yang luput dari sebuah ujian. Mulai dari dilahirkan kita sudah diberi ujian. Misalnya harus menangis sesaat setelah dilahirkan atau dalam rentangan umur tertentu kita harus bisa miring, tengkurap, merangkak, duduk, berbicara, berdiri hingga berlari. 

Jika dalam rentangan waktu tersebut kita tidak mampu menyelesaikan, itu berarti ada kesalahan dalam prosesnya. Mau tidak mau kita "dituntut" mencoba dan terus mencoba, namun kadang saat berhasil kita masih mendapatkan label "terlambat"  karena kemampuan dianggap  tidak sehebat yang lain.

Begitulah hidup, untuk menjadi lebih baik atau untuk naik level kita pasti akan menghadapi sebuah ujian. Dan masing-masing ujian memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda tergantung dari tujuannya. Semakin tinggi level yang kita inginkan maka semakin berat pula ujian yang harus dihadapi. Menghadapi suatu ujian tidak cukup hanya siap secara lisan saja, tapi juga siap secara akal dan tenaga. 

Akal dipersiapkan dengan mempelajari, mengamati, memahami tentang bagaimana masalah timbul dan bagaimana penyelesaian yang mungkin akan dilakukan, mengatur rencana dengan berbagai strategi, karena berbagai kemungkinan akan muncul (hambatan) kala proses berlangsung. Tenaga dipersiapkan untuk mengaplikasikan/mengerjakan rencana yang telah disusun berdasarkan pemahaman. 

Berusaha sendiri jauh lebih baik, meskipun hasilnya kadang tidak sesuai harapan. Hasil itulah yang menjadi tolok ukur kemampuan kita saat itu. Jangan pernah berpikir mengandalkan orang lain, karena hidup kita, kitalah yang bertanggung jawab seutuhnya terutama jika kita sudah dewasa. 

Berikut ini beberapa hal yang kita butuhkan untuk menghadapi sebuah proses hidup agar untuk menjadi lebih daripada sebelumnya atau yang kita sebut dengan ujian:

Doa
Doa merupakan kunci utama saat kita akan memulai melakukan dan memutuskan sesuatu, doa jugalah yang akan meneguhkan niat kita pada tujuan utama serta  penguat  saat dihadapkan pada ujian hidup, sedangkan hasilnya merupakan hak mutlak Tuhan. Bukan berarti ketika gagal doa kita diabaikan, melainkan ada berbagai kemungkinan bisa jadi kita kurang tekun dalam berusaha, atau mungkin yang kita inginkan bukanlah yang terbaik untuk kita. Karena Tuhan akan memberi yang kita butuhkan dan sesuai dengan keadaan serta kondisi kita. 

Tujuan
Tujuan berguna untuk mengetahui kemana arah kita melangkah. Dari tujuan itu kita akan memiliki arah berpikir yang logis dan rasional. Tujuan juga akan memberikan kita motivasi terhadap apa yang akan kita tuju dan kita raih. 

Semangat
Dalam setiap melakukan sesuatu dibutuhkan antusias dan keseriusan agar mencapai hasil yang maksimal. Semangat yang tinggi akan memberikan nilai positif pada pikran kita, sehingga timbul pengaruh positif dari setiap hal yang kita lakukan.

Ketenangan
Seperti apapun semangatnya tetaplah jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Memikirkan segala kemungkinan sangatlah penting agar tidak menjadi penyesalan dikemudian hari.

Mental
Ada dua kemungkinan hasil yang kita peroleh dari setiap proses, yaitu keberhasilan atau kegagalan. Semua orang pasti siap lahir batin menerima keberhasilan karena hal itu merupakan tujuan dari tiap proses. Tapi mungkin tidak banyak orang yang memiliki mental cukup kuat untuk menerima dengan lapang dada sebuah kegagalan. Kegagalan merupakan hal yang sangat mengecewakan. Kekecewaan membuat semangat menjadi hilang, fokus terganggu dan mental menjadi down.

Proses tersulit dari sebuah kegagalan adalah mencoba untuk bangkit, dan memulai kembali. Butuh keberanian besar serta motivasi diri agar semangat muncul dan bisa memperbaiki kesalahan serta  memulai kembali. Refleksi juga menjadi awal yang penting agar kita tidak jatuh di lubang yang sama untuk langkah berikutnya.

Inti dari semua proses diatas adalah doa, usaha dan dan berpasrah diri. Janganlah menyerah kita gagal, terus berusaha agar hidup menjadi lebih baik. Hidup itu dinamis, jika kita hanya "jalan di tempat" maka tak akan ada kesempatan kita menjadi orang yang maju. 

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd ( Guru MA An-Nur) 
Sumber gambar : Pixabay.com

Monday, March 30, 2020

Tips Mengatasi Bosan di Rumah Saat Corona Melanda

                      Sumber gambar : Pixabay.com
Sudah beberapa pekan berlalu, himbauan pemerintah agar tetap di rumah dijalankan. Walaupun ada banyak pihak yang tidak bisa menerapkan karena berbagai faktor. Anjuran ini bukan tanpa alasan yaitu adanya pandemi corona yang penyebarannya sangat cepat. Karena belum bisa melakukan lockdown seperti negara lain karena berbagai pertimbangan, pemerintah meminta kesadaran pada masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan mendesak agar di rumah saja. Penyebaran yang sangat cepat dibuktikan dalam dua minggu terakhir penderita yang dinyatakan positif mencapai lebih dari 1000 orang.

Meskipun penyebarannya tergolong cepat untuk saat ini, sebaiknya hal tersebut tidak menimbulkan kepanikan berlebihan. Rasa takut yang berlebihan akan membuat kekebalan tubuh berkurang. Saat berada dibawah tekanan psikologis hebat (misal: ketakutan berlebihan) maka tingkat adrenalin serta  kortisol kita akan meninggi dan dapat berdampak pada kekebalan tubuh. Adrenalin merupakan hormon yang secara alamiah dihasilkan oleh tubuh dibagian kelenjar adrenal dan otak. Rasa takut biasanya akan merangsang produksi adrenalin secara berlebih. Jika adrenalin masuk dalam aliran darah jantung berdetak lebih cepat, pembuluh darah melebar. Akibatnya kita akan merasakan panas karena produksi keringat meningkat, serta napas menjadi lebih cepat. Jika ini terjadi terus menerus akan menyebabkan gelisah dan mudah marah, insomnia, sakit kepala bahkan memicu hipertensi. Kortisol merupakan hormon yang berkaitan dengan adrenalin yang salah satu fungsinya untuk mengendalikan stress. Jika berlebih maka mood seseorang bisa terganggu, kekebalan menurun, dan peradangan. 

Selain karena efek himbauan "dirumah saja" dan WFH (Work From Home) dalam waktu yang tidak sebentar, pikiran kita juga sedikit terganggu dengan munculnya pemberitaan tentang penambahan orang yang positif dengan Covid-19, meskipun ada beberapa yang sembuh. Hampir 90% Notifikasi dalam ponsel pintar kita dipenuhi dengan berita yang membahas Covid-19 dari seluruh dunia. Akibatnya kita jadi merasa bad mood,  jenuh dan kadang uring-uringan karena merasa ruang gerak tidak bebas. Ada baiknya hal ini kita sikapi secara bijak, misalnya dengan memandang segalanya dari segi positif (positif thinking) mengubah kegalauan menjadi kesenangan. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa bosan saat dirumah.

1. Memanfaatkan Quality Time Bersama Keluarga
ketika kita diharuskan social distancing dan physical distancing saat diluar rumah, tapi tidak demikian ketika berada dirumah. Saat sebelumnya kita lebih banyak beraktifitas  diluar rumah (kerja, tugas luar kota, sekolah, les, atau bahkan sekolah asrama/pondok) maka kali ini kita bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Mengganti beberapa waktu yang lebih banyak habis di luar bersama mitra, teman dll, kali ini kita fokuskan waktu untuk bersama keluarga. Mulai dari makan bersama, mengerjakan tugas bersama bahkan bisa nonton tv bersama. 

2. Mengembangkan Hobi
Hobi yang sempat tertunda atau mungkin tidak bisa dilakukan karena tuntutan kewajiban, kali ini mungkin bisa dilakukan. Mungkin dari kesempatan dispensasi libur yang cukup lama ini bisa dikembangkan hingga menjadi bisnis sampingan misalnya: yang memiliki hobi memasak dikembangkan berbagai menu kreatif lalu mengupload di media sosial. Siapa tahu ada yang tertarik dan memesannya. Hobi berternak misalkan beternak burung/ ayam/ ikan. Jika dilakukan dengan telaten maka akan berkembang biak menjadi lebih banyak. Selain dijual, hasilnya bisa dinikmati sendir. Dan masih banyak lagi hal yang bisa dikembangkan seperti melukis, menulis ataupun yang lainnya. Intinya tetap produktif meski dirumah.

3. Mengubah Suasana
Mungkin dengan mengubah dekorasi rumah, tatanan rumah bahkan mengganti warna cat rumah bisa menghilangkan kebosanan. Terlebih jika semua dilakukan sendiri atau bersama keluarga, kita bisa mendesain gambar, tulisan sesuai dengan keinginan kita. Jikapun ide sedang buntu kita bisa melihat tutorialnya di youtube, instagram, facebook dll. 

4. Berselancar di Dunia Maya
Tetap update dengan berita di luar melalui media sosial. Selain itu dari internet kita bisa menambah pengetahuan kita, dan belajar banyak hal. Tidak hanya berupa tulisan tapi juga dengan gambar dan tutorial.

Semoga beberapa cara diatas bisa membuat perasaan bosan dirumah menjadi semangat dalam menghadapi cobaan. Mengeluh ataupun takut tidak akan memberikan jalan keluar. Perasaan bahagia dan semangat menjalani hari justru akan memberikan energi positif pada tubuh kita. 

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd (Guru MA An-Nur) 

Monday, March 23, 2020

Virus Corona: Kenali, Pahami, Cegah Penularannya


Corona nama yang sudah tidak lagi asing di telinga kita, hampir setiap hari baik di media televisi, surat kabar online, media sosial tak habis-habisnya membahas tentang corona. Corona jenis baru atau dikenal dengan Covid-19 merupakan nama virus yang menyerang sistem pernapasan yang bersifat menular. Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini sangat umum seperti demam, sesak napas, batuk. Namun terkadang ada gejala penyerta lain meski tidak semua dialami oleh penderita seperti sakit tenggorokan, nyeri otot,  produksi dahak dan ada sebagian kecil orang mengalami ketidak pekaan terhadap bau atau bahkan kehilangan kemampuan membau. Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh Covid-19 memang tidak jauh berbeda dengan flu/ influenza tapi virus ini menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan ketika penyebarannya terjadi dengan sangat cepat. Sekitar bulan januari virus ini hanya endemik di Wuhan China, tapi kini di pertengahan maret virus ini sudah menjadi pandemi hampir diseluruh negara. 

Memang di berbagai negara jumlah kematian akibat Covid-19 tidak masuk dalam kategori besar tapi kecepatan penularannya membuat kita menjadi was-was. Penularan virus corona bisa terjadi melalui berbagai hal seperti droplets atau tetesan cairan yang berasal dari bersin serta batuk, kontak dengan penderita misalnya berjabat tangan ataupun bersentuhan dengan barang yang telah terkontaminasi virus kemudian tanpa sengaja tangan atau barang tersebut tersebut menyentuh mulut, hidung bahkan mata. Adapula penularan lewat kontaminasi tinja meskipun jarang terjadi. Dalam sebuah penelitian, sampel virus yang disemprotkan ke udara masih bisa terdeteksi dalam aerosol (aerosolisasi). Akan bertahan lebih lama pada beberapa benda, empat jam pada tembaga, 24 jam pada karton dan dua sampai tiga hari pada plastik dan stainless steel. Center for Disease Control and precentin (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebutkan, jarak penyebaran cairan di udara kurang lebih sejauh dua meter antar manusia.

Covid-19 diperkirakan mulai masuk ke Indonesia bulan pebruari lalu, dan positif menginfeksi dua orang, namun di akhir bulan maret ini Jumlah orang yang positif terinfeksi Covid-19 berjumlah lebih dari 400 orang. Berbagai usaha dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan infeksi dari virus ini mulai dari mengaktifkan thermo scanner pada pintu-pinti kedatangan internasional di bandara, skrinning massif, pembatasan sosial dan karantina diri, menunjuk rumah sakit rujukan khusus yang memiliki fasilitas sesuai standar penanganan, membuka kontak layanan yang dapat diakses masyarakat (0215210411 atau 081212123119), Penundaan penerbangan tidak hanya dari China saja, tapi dari berbagai negara hingga batas waktu tertentu. 

Covid-19 tidak boleh dianggap remeh karena virus ini merupakan ancaman nyata Asimptomatik atau si penderita tidak menyadari adanya gejala klinis apapun terhadap suatu penyakit. Akan terdeteksi bila si penderita melakukan tes medikal. Pemerintah memang tidak memberlakukan sistem lockdown seperti dinegara lain karena jelas banyak pertimbangan serta resiko ketika lockdown diberlakukan. Bukan saatnya saling menyalahkan tapi saatnya kita meminimalkan penyebaran Covid-19 dengan berbagai cara seperti yang sudah dianjurkan oleh semua pihak diantaranya:

Melakukan social distancing atau menjaga jarak saat bersosialisasi langsung. Menjaga jarak aman sesuai yang dikampanyekan pihak kesehatan dan pemerintah yaitu jarak minimal dua meter guna mencegah penularan penyakit. Karena salah satu penularan virus Covid-19 salah satunya melalui udara.

Memakai masker terutama bagi yang sedang sakit, agar tak menularkan ke orang lain. Berikut cara memakai masker yang benar menurut dokter: 

Bersihkan tangan (Misal: mencuci dengan sabun). Karena banyak kebiasaan orang yang akan memakai masker, mereka lupa membersihkan tangan.

Saat mengambil masker, ambil bagian talinya. Sekaligus memastikan masker tersebut memiliki tali yang kuat agar ketika dipakai tidak copot/terbuka dan masker dalam kondisi baik.

Pakailah dengan cara sisi yang berwarna berada di bagian depan.
Mencuci tangan dengan benar. Sebagian besar penyakit yang ditularkan oleh bakteri dan virus bersumber dari tangan. Tindakan yang mudah dan murah ini jangan sampai terlewatkan. Cuci seluruh bagian tangan tanpa terkecuali termasuk sela-sela jari dan kuku.

Hindari menyentuh hidung, mulut dan mata dengan tangan, terutama tangan yang belum dicuci setelh beraktifitas. Karena jika sampai tangan yang penuh virus masuk ke area tersebut, semakin mudah virus masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi.

Tutup hidung dan mulut ketika bersin. Bukan menutup dengan menggunakan tangan melainkan memakai tissue atau sejenisnya kemudian alat penutup tersebut langsung dibuang. Jikapun terpaksa memakai tangan segera cuci tangan dengan sabun Atau mungkin dengan alat penyeteril kuman.

Menjaga kekebalan tubuh. Hal ini sudah cukup umum, menjaga kekebalan/ imunitas tubuh bisa dilakukan dengan cara pemenuhan nutrisi dengan gizi seimbang (terutama yang kaya akan protein, vitamin C dan E) dan olahraga teratur. Mengurangi atau menghilangkan kegiatan yang bisa mengganggu kesehatan seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol. 

Sterilisasi rutin. Selain menjaga kesehatan dan kebersihan diri, sangat penting melakukan perawatan dan menjaga kebersihan sekitar. Seperti yang sudah banyak dilakukan di berbagai daerah, penyemprotan desinfektan dilakukan guna mencegah penyebaran virus. Selain menyemprotkan desinfektan, kita juga bisa melakukan penyeterilan berbgai alat di rumah seperti gagang pintu, meja, dan peralatan makan. 

Tetap di rumah, hindari bepergian di tempat umum. Jikapun pemerintah tidak melakukan lockdown, minimal ada kesadaran dari diri sendiri untuk sementara tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan mendesak, hal ini juga merupakan salah satu cara untuk mengendalikan penyebaran virus. 

Menghindari kontak langsung dengan hewan, terutama hewan pembawa virus tersebut. Menyentuhnya saja tidak disarankan apalagi mengkonsumsinya, sebaiknya dihindari demi kebaikan bersama.
Selalu memantau perkembangan tentang Covid-19 dari sumber yang resmi dan terpercaya. Ikuti arahan dan patuhi larangan yang dibuat demi kebaikan bersama.
Meskipun pemerintah sudah berusaha mendatangkan APD (Alat Pelindung diri), Alat kesehtan termasuk obat-obatan, tidak ada salahnya jika kita mawas diri dan tetap waspada. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. 

Penulis : Tites Nosiani, S. Pd ( Guru MA An-Nur)